Setelah sampai di Changi Airport Terminal 1, kita langsung naik MRT ke People’s Park Centre untuk check kamar di apartemen, bukan di hotel. Setelah itu, sambil menunggu ibu berbelanja, kita ke Chinatown Heritage Centre dan melihat-lihat kehidupan zaman dahulu Chinatown. Malamnya kita rencananya ingin naik Singapore Flyer, tetapi karena pada tanggal 23 desember 2008 ada kesalahan teknis maka untuk sementara ditutup. Percaya tidak percaya, sewaktu kesalahan teknis itu terjadi, orang-orang didalamnya terjebak didalam flyer selama 6 jam! Dan diturunkannya dengan tali dari ketinggian + 165 m! Kita pun memutuskan makan di Suntec City dimana kita secara tidak sengaja bertemu dengan Vania, seorang teman sekolahku. Kita berpisah tidak lama kemudian. Setelah makan dan shopping, kita pulang.
Besoknya kita pergi ke Singapore Discovery Centre. Di dalam kita belajar untuk membuat Singapura menjadi kota yang lebih bagus, seperti di Visionarium, dimana kita membuat rencana masa depan Singapura. Sayang sekali ya, bukan Indonesia! Di dalamnya juga ada iWerks Theatre (bioskop iWerks) yang memutarkan beberapa film, baik 2D maupun 3D. Kami menonton film Space Elevator (2D) yang menceritakan tentang impian masa depan para ilmuwan dan Fly Me to the Moon (3D) yang menceritakan tentang 3 lalat yang ikut terbang bersama Neil Armstrong ke bulan. Tentu saja, ini tidak benar. Kita juga melihat SAFTI MI (lupa singkatannya) yaitu sekolah militer untuk remaja-remaja terpilih. Setelah itu kita ke Sentosa untuk naik luge (mirip gokart) dan skyride (seperti lift untuk ski). Tiketku sudah dibantu dibeli oleh Vania, tetapi sayangnya waktu kita sampai disana hujan turun dengan sangat deras. Kita baru bisa naik skyride sekitar satu setengah jam kemudian! Setelah selesai naik luge kita berpisah dengan Vania lagi. Dia menonton Songs of the Sea dan aku mencoba CineBlast. Turun dari Sentosa Express, aku bertemu dengan si Vania lagi! Karena kita tinggal di apartemen yang sama, kita pun makan malam bersama, naik MRT bersama dan berpisah di lift.
Kita bangun pagi keesokan harinya karena kita diajak makan pagi bersama teman ayahku, Uncle Eddy. Uncle adalah sebutan “om/paman” dalam bahasa inggris. Setelah makan di Tanjong Pagar Complex, kita pergi ke Bras Basah Complex untuk membeli buku. Setelah membeli buku banyak sekali, kita pergi ke MINT Museum of Toys sementara ibu pergi ke Raffles City Shopping Mall. Wow, didalamnya ada mainan dari tahun 1800-an dan mainan yang hanya ada satu atau lima di dunia! Kita menyusul ibu ke Raffles City Shopping Mall, lalu kita diajak oleh Uncle Eddy & istrinya untuk makan malam di Holland Village. Setelah perut kita kenyang terisi, kita pergi ke rumah Uncle Eddy di Serangoon untuk mengambil buku milik anak mereka yang sudah besar. Kami pun melanjutkan perjalanan ke rumah Justin dan Jovan, rumah kembaran teman Wilbert, adikku, yang sekarang pindah ke Singapura bersama ibunya. Kita bermain bersama Justin dan Jovan sementara ibuku mengobrol bersama ibu si JJ (panggilanku untuk mereka berdua – Justin dan Jovan). Kita baru pulang ke apartemen jam setengah dua belas malam.
Aku menjadi sedih pada hari berikutnya karena kita harus pulang ke Jakarta setelah perjalanan yang menyenangkan ini. Tetapi, seperti biasa, pesawat kita yang terbang ke Jakarta terbang malam, maka itu paginya kita ke Marina Square dan juga Suntec City. Di Suntec City, kita melihat-lihat Fountain of Wealth (Air Mancur Keberuntungan). Untuk menjadi beruntung, kita harus:
1. Menjulurkan tangan kanan dan memegang air mancur,
2. Mengutarakan permintaan kita di dalam hati,
3. Memutari air mancur tiga kali.
Ada-ada saja ya! Setelah Suntec City kita balik ke Chinatown, berjalan-jalan sebentar dan memesan taksi ke Changi Airport Terminal 1 dan terbang ke Jakarta dengan pesawat Valuair VF 505 yang lepas landas pada jam 20.20 waktu Singapura dan mendarat jam 21.00 waktu Jakarta.
Aku sangat senang di Bangkok. Orang-orang disana sangat ramah, walaupun disana sebelumnya ada demonstrasi, tetapi tidak ada tanda-tanda kerusuhan disana karena masyarakat setempat sangat sadar bahwa peranan pariwisata sangat penting bagi pendapatan negara. Hal ini pantas mendapatkan acungan jempol & perlu kita tiru.
Terakhir, terima kasih ayah dan ibu, atas liburan yang menyenangkan ini!
~THE END~
PS: Tolong baca dari Bagian 1 -- Bangkok dahulu (scroll lagi ke bawah). Aku sudah mencoba memperbaikinya tapi gagal. Maaf ya!
Sabtu, Januari 10, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar