Pada zaman dahulu, hiduplah seorang anak yang biasanya mengembala sapi. Pada suatu hari, sewaktu ia sedang ingin mengikat sapinya, ia tidak menemukan sesuatu pun yang bisa diikat. Padahal, biasanya ketika ia akan mengikat sapinya, pasti akan ada suatu rumput atau pohon yang dapat ia gunakan. Tiba-tiba, ia melihat sebuah "batu besar" yang tidak ia ketahui asal muasalnya. Ia pun mengikat sapinya disana.
Sewaktu ia pulang ke rumah, tiba-tiba ia jatuh sakit dan meninggal. Ayahnya pun kaget dan mencoba mengecek tempat ia mengikat sapi itu. Ia menemukan juga bahwa sapi yang ia ikat juga telah mati. Ia mencurigai batu tempat si anak mengikat sapi itu. Ia pun membersihkan lumpur-lumpur dan kotoran yang menempel pada batu itu. Ternyata, batu itu adalah sebuah patung Buddha yang setengah tubuhnya tertanam di dalam tanah. Melihat itu, ayahnya pun langsung kaget. Ia meminta kepada penduduk desa untuk menggali dan mengeluarkan setengah bagian lainnya, tetapi bagaimanapun dan dengan cara apapun mereka menggali, pasti saja ada yang menggangu mereka (seperti serangga, dll.), bahkan ada yang meninggal. Ayah itu pun berpikir kembali dan akhirnya ia membangun sebuah vihara di atas setengah bagian patung buddha itu. Vihara itu kemudian dikenal sebagai Wat Phra Tong.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar